Kumpulan Coretan kartun dan cerita mengenai kucing dan binatang peliharaan kesayangan di Australia (theresajackson@iinet.net.au). Silakan melihat My Complete Profile untuk melihat 7 Blog yang lain.

Monday, July 31, 2006

Sang Pemeriksa

Ya, itu dia si Bubu sudah naik di atas cubicle dan menengok keadaan dari atas, Cupik sudah pindah ke lantai tapi ketika saya masuk lagi mereka sudah mau mencoba tidur di "rumah baru" mereka lagi. Tunggu saja, bagaimana besok? Sukseskah perihal "Catboard" ini?

Culture Shock!

Reaksi Bubu dan Cupik ketika mau tidur aneh juga, mengalami guncangan budaya! Banyak yang tidak sesuai dengan peraturan budaya tidur semula. Bubu marah-marah, ngomel dan mencoba mencakar, tidak mau dipegang, apalagi ketika keran air sudah dikaretin, ia ngomel panjang-pendek (lihat reaksinya di foto, berjalan melingkari keran). Cupik harus diberi keranjang agar berani tidur. Kini satu tidur di atas, satu di bawah tapi mereka tidak bisa tidur terpisah, harus bisa saling melihat. Ada suara gludak-gluduk, apakah gerangan?

Sunday, July 30, 2006

Harta Benda Bubu-Cupik

Harta benda dua ekor kucing ini semakin banyak, misalnya :

1. Makanan kalengan "Whiskas"
2. Obat kutu dan cacing "Revolution"
3. Gunting kuku (untuk menggunting kuku mereka sebulan sekali).
4. Pasir kucing
5. sendok kucing
6. alat pembuka kaleng
7. gunting
8. Obat kutu semprot
9. Bubuk penghilang bau kotoran mereka
10. selimut dan handuk
11. disinfectant dengan bau Lavender
12. Radio transistor si Bubu (suka mendengarkan musik klasik, kebetulan sering dapat hadiah radio kecil dari Office Work tempat kami pesan alat2 kantor)
13. piring-piring kucing (tempat makanan basah, biskuit dan potongan rumput)
14. koran bekas untuk alas pasir
15. surat-surat dokter dan surat pajak binatang dari City Council
16. Tea Tree Oil (untuk obat kalau flu)
17. Pewangi bulu "T L'Abre" Grooming Spray (ciaila! tapi manjur lho, diberi satu semprotan wanginya bertahan, khusus untuk si Cupik yang bulunya maha panjang dan suka berburu lizards di kebun)
18. Biskuit Whiskasnya si Bubu (Cupik tidak suka biskuit)
19. Pet Shampoo (baru dipakai Cupik sekali karena mereka tidak pernah dimandikan kecuali sekali si Cupik kecemplung got)
20. Sikat bulu
21. sisir kucing
22. sikat penghilang bulu yang menempel pada pakaian

Ini adalah peralatan normal bagi pemelihara kucing di Australia, masih belum apa-apa dibandingkan kucing Russian Blue milik murid saya yang seorang manajer penting, kucing itu akan ditinggal 3 minggu ke Indonesia lalu saya bertanya :"What about your cat?" Jawabnya kalem :"It's all right she got a living-in nanny!" ...dan kucing Rusia biru itu kalau yang empunya lagi nonton televisi dan ia minta diperhatikan langsung pergi ke balik televisi dan mencabut kabelnya. Bubu juga sering minta perhatian penuh, kalau kami lagi nonton tv, ia langsung duduk tegak di depan layar sambil "mandi" dengan kalemnya.

This is a CATBOARD not a Cupboard!


Sewaktu tinggal di flat di kota kami membeli 8 lemari putih dengan ukuran sama sebagai pengganti build-in jadi kini setelah tidak tinggal di flat, kami jadi surplus lemari. Akhirnya ditentukan sebagian untuk "gudang" di garasi dan salah satunya dikeluarkan dan dimasukkan ke toilet sebagai "Catboard" alias "Lemari Kucing". Lemari dibagi menjadi 3 tingkat. Tingkat bawah tempat tidur dan tingkat 2 juga tempat tidur tetapi tingkat tiga berisi seluruh peralatan kucing yang lumayan banyak. Kamar kecil kami itu telah berubah menjadi "Kamar Kucing". Pada jam 6 sore mereka sudah pergi tidur dan pintu harus ditutup sampai pagi sekitar jam 9 atau sepuluh! Ya, mereka sudah diprogram seperti komputer yang "to be turned off" dan pagi hari aktif kembali. Kalau ada orang permisi ke kamar kecil sekarang pintu lemari (yang berongga) bisa ditutup sebentar jadi mereka punya "privacy". Bubu Cupik kalau lagi tidur dan ada orang masuk menyalakan lampu akan merasa terganggu privacynya.

Pintu kamar mereka berhiaskan surat menyurat yang dikirim oleh teman-teman simpatisan Bubu Cupik atau surat dari dokter mereka yaitu dokter Shivaji. Sedangkan tisu gulung harus dimasukkan "ikan kain" yang dibeli di Bali agar tidak habis dicakarin Bubu (maklum suka iseng tiru-tiru kita pakai tisu untuk dibawa ke pasirnya).

Maafkan daku!


Pagi-pagi ketika membuka pintu yang terdengar pertama adalah suara gemuruh air dari arah kamar Bubu Cupik. Astaga! Rupanya si Bubu yang hobi minum air panas dan sering membuka keran sendiri di kamar mandi telah membuka keran itu dan tidak bisa mematikannya karena aliran air terlalu besar serta panas.

Bubu tampak duduk di samping Cupik di dalam tempat tidur Cupik dan matanya membelalak ketakutan: "Oh, maapin daku, gimana itu kok kerannya kayak gitu?" Ujar matanya memelas.
Asap mengepul dari keran dan segera air dimatikan. Biasanya Bubu langsung turun menyambut kami tapi kali ini rasa bersalah masih tetap menyelimuti perasaannya. Dari sekarang keran harus diikat agar tidak bisa dibuka Bubu lagi! Biasanya ia bisa menutup keran sendiri dengan mendorongnya dengan kepalanya tapi kali ini airnya kepanasan. Aduh mak, kucingku!

Monday, July 24, 2006

Dimanakah engkau Ibu?


"Tuit!tuit,tuit!!! "Jeritnya pada pagi dan sore hari, selalu mencari tempat yang tinggi atau sambil mencari ulat di rumput. Burung ini baru saja beranjak dewasa dan ditinggalkan pergi oleh ibunya. Sudah 100% disapih tetapi dalam minggu ini masih terdengar jeritnya yang memelas memanggil ibunya.

Saya melihat juga seekor anak Magpie yang baru saja disapih ibunya namun sang ibu masih berada di sekitar, siap bila sang anak ternyata belum bisa 100% ditinggalkan namun pada akhirnya pasti juga ia ditinggalkan oleh ibunya untuk mandiri. Teringat oleh saya pengalaman ketika tinggal di Kaliurang, seekor anak ayam pada malam hari menjerit-jerit di semak-semak memanggil induknya namun induknya tak kunjung datang. Siang harinya saya mengamati sang induk selalu naik turun bukit bersama ke tujuh anaknya tapi anak yang seekor ini selalu teringgal. Ketika saya tolong si kecil itu, tak lama kemudian ia ditendang si induk untuk belajar merayap ke atas "bukit" lagi dan gagal. "Survival of the fittest" atau ada induk ayam lain yang melatih anaknya wira-wiri menyeberang jalan dan akhirnya dari 9 anak tinggal 3 saja yang "survive".

Friday, July 21, 2006

Gendut The Wattle Bird

Sekarang sudah dewasa jadi tidak bisa dibilang gendut lagi. Tubuhnya ramping dan bentuknya sedikit seperti Cocakrowo. Si Gendut selalu membangunkan kita di pagi hari dengan teriakan-teriakannya. Kalau kita menjemur pakaian ia selalu mendekat, sering sambil memamerkan makan paginya berupa ulat, kadal atau cacing. Bila menunggu bus ia sering menemani bahkan pernah mengikuti sampai setasiun Seven Hills. Mobil kita juga sering diikuti ke kantor tak jauh dari rumah kita, suara celotehnya hanya kita saja yang sudah hafal.

Sunday, July 16, 2006

Misteri Telur Ayam

Ketika sedang menyirami kebun yang hanya diperbolehkan pada hari Rabu dan Minggu pagi sebelum jam 9, tiba-diketemukan dua butir telur ayam. Yang sebutir di bawah pohon Magnolia sudah pecah dan yang sebutir lagi di bawah Money Tree masih utuh. Semula saya kira Ginger kucing di depan rumah yang mencuri telur dan diletakkan di sana untuk disembunyikan tapi ada juga rasa curiga pada si Gendut the Wattle Bird tapi ia tidak makan telur.
Kemarin ada lagi sebutir telur diketemukan, kali ini menempel di jendela depan.
Saya bertanya pada tetangga sebelah. Ia bilang bahwa Allan si pemilik rumah yang dulu juga mengalami hal yang sama. Pelakunya ternyata seorang anak nakal yang tinggal di suburb lain. Setiap kali lewat ia ketahuan melempar telur. Allan menangkapnya tapi sang anak berkata :" If you touch me I will report this as an assault to the police!" Kurang asem juga itu anak! Barangkali lebih baik pasang sign begini "Do not throw the eggs, please put them in the mail box!". Pasti ibunya kehilangan telur setiap hari. Ada-ada saja!